RATUSAN HONORER RSUD SYAMSUDIN SUKABUMI KECEWA GAGAL JADI PPPK, TUNTUT KEPASTIAN STATUS KERJA

INFO-TARGET.COM | SUKABUMI — Suasana haru bercampur kecewa mewarnai audiensi ratusan tenaga honorer RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Rabu (29/10). Mereka menuntut kejelasan nasib setelah gagal lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Forum Komunikasi Administrasi dan Pegawai Non-PNS RSUD R. Syamsudin, SH, Noki Kurnia Megantara, mengungkapkan bahwa dari total 734 tenaga honorer yang tergabung dalam forum tersebut, sekitar 334 orang belum berhasil diangkat menjadi PPPK karena tidak mengetahui adanya proses rekrutmen sebelumnya.

“Banyak di antara kami tidak sempat ikut seleksi karena tidak mendapatkan informasi resmi. Kami hanya ingin diberikan kesempatan dan kejelasan dari pemerintah,” ujarnya penuh harap.

Meski saat ini para honorer masih menerima gaji sekitar Rp3,5 juta berkat kebijakan direktur RSUD, Noki menegaskan bahwa status kepegawaian tetap menjadi prioritas utama bagi mereka demi jaminan kerja yang lebih pasti dan layak.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menegaskan bahwa pengangkatan PPPK hanya bisa dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat.

“Secara aturan, tidak ada pengangkatan langsung. Semua harus melalui proses seleksi resmi,” tegasnya.

Taufik menambahkan, dari RSUD R. Syamsudin, hanya 50 tenaga honorer yang sempat mengikuti seleksi PPPK paruh waktu. Sementara itu, di seluruh Kota Sukabumi terdapat 1.841 tenaga non-ASN yang sudah mengajukan diri dan kini tengah menunggu tahap pelantikan.

“Informasi seleksi sebenarnya sudah kami umumkan lewat situs resmi. Ke depan, kami harap para honorer lebih aktif mencari informasi agar tidak tertinggal,” ujarnya.

–––

📨 Kirim informasi dan peristiwa menarik di sekitar Anda ke: redaksijabarku@gmail.com

Array
Related posts
error: Content is protected !!